Yang Sudah Berlalu Tak Perlu Disesali

 Yang Sudah Berlalu Tak Perlu Disesali

 Anda telah mengalami kejadian yang amat anda sesali? coba anda dapat berfikir Yang Sudah Berlalu Tak Perlu Disesali. sesuatu yang memnag harus dilewati tidak harus unttuk disesali, karena Yang Sudah Berlalu Tak Perlu Disesali. orang yang dapat berfikir Yang Sudah Berlalu Tak Perlu Disesali maka hidupnya akan bahagia dan dapat menjalani hidup lebih baik dari orang hanya menyesali hidupnya. jadi cobalah anda baca cerita Yang Sudah Berlalu Tak Perlu Disesali ini, anda akan terinspirasi,

penyesalan
Suatu ketika, ada seorang pemuda yang mendapat warisan dari
orangtuanya. Karena tergolong keluarga sederhana, ia hanya mendapat
sedikit uang dan beberapa buah buku. Sebelum meninggal, ayahnya
berpesan, “Anakku, buku-buku ini adalah harta yang tak terhingga
nilainya. Ayah berikan kepadamu, baca dan pelajarilah. Mudah-mudahan
kelak  nasibmu bisa berubah lebih baik. Dan ini sedikit uang, pakailah
untuk menyambung hidup dan bekerjalah dengan rajin untuk menghidupi
dirimu sendiri.”
Tak berapa lama, uang yang ditinggalkan pun habis terpakai. Sejenak
ia melongok buku-buku peninggalan ayahnya. Ia teringat pesan dari
orangtuanya agar belajar dari buku tersebut. Karena malas, ia mengambil
jalan pintas. Buku itu dijual kepada teman yang mau membeli karena
kasihan. Sebagai gantinya, ia mendapatkan beras untuk makan sehari-hari.
Beber

Yang Sudah Berlalu Tak Perlu Disesali

penyesalan

Suatu ketika, ada seorang pemuda yang mendapat warisan dari
orangtuanya. Karena tergolong keluarga sederhana, ia hanya mendapat
sedikit uang dan beberapa buah buku. Sebelum meninggal, ayahnya
berpesan, “Anakku, buku-buku ini adalah harta yang tak terhingga
nilainya. Ayah berikan kepadamu, baca dan pelajarilah. Mudah-mudahan
kelak  nasibmu bisa berubah lebih baik. Dan ini sedikit uang, pakailah
untuk menyambung hidup dan bekerjalah dengan rajin untuk menghidupi
dirimu sendiri.”

Tak berapa lama, uang yang ditinggalkan pun habis terpakai. Sejenak
ia melongok buku-buku peninggalan ayahnya. Ia teringat pesan dari
orangtuanya agar belajar dari buku tersebut. Karena malas, ia mengambil
jalan pintas. Buku itu dijual kepada teman yang mau membeli karena
kasihan. Sebagai gantinya, ia mendapatkan beras untuk makan sehari-hari.

Beber

Yang Sudah Berlalu Tak Perlu Disesali

penyesalan

Suatu ketika, ada seorang pemuda yang mendapat warisan dari
orangtuanya. Karena tergolong keluarga sederhana, ia hanya mendapat
sedikit uang dan beberapa buah buku. Sebelum meninggal, ayahnya
berpesan, “Anakku, buku-buku ini adalah harta yang tak terhingga
nilainya. Ayah berikan kepadamu, baca dan pelajarilah. Mudah-mudahan
kelak  nasibmu bisa berubah lebih baik. Dan ini sedikit uang, pakailah
untuk menyambung hidup dan bekerjalah dengan rajin untuk menghidupi
dirimu sendiri.”

Tak berapa lama, uang yang ditinggalkan pun habis terpakai. Sejenak
ia melongok buku-buku peninggalan ayahnya. Ia teringat pesan dari
orangtuanya agar belajar dari buku tersebut. Karena malas, ia mengambil
jalan pintas. Buku itu dijual kepada teman yang mau membeli karena
kasihan. Sebagai gantinya, ia mendapatkan beras untuk makan sehari-hari.

Beberapa saat kemudian, si pemuda harus mulai bekerja kasar demi
menyambung hidup. Yang membuatnya heran, teman yang dulu membeli
bukunya, kini hidupnya kelihatan nyaman dan semakin maju. Karena
penasaran ingin tahu, apa yang membuat teman tadi bisa berhasil
hidupnya, dia mendatangi dan bertanya.
Meski sempat tidak mau membuka rahasia, setelah didesak dan kasihan
melihat nasib si pemuda, akhirnya si teman terbuka. “Sebenarnya, aku
sangat terbantu dengan buku yang kamu jual padaku. Dulu aku beli buku
itu karena kasihan kepadamu. Kubiarkan saja berdebu di sudut kamar.
Suatu hari, iseng karena ingin tahu, kubaca dan ternyata, wahh…isinya
bagus sekali! Sebuah pelajaran hidup yang luar biasa.”
“Bukan itu saja,” sambung temannya. “Di dalam buku itu terselip
pesan, agar si pembaca setelah menguasai isi buku tersebut mau praktik
dengan sungguh-sungguh. Sungguh, aku beruntung aku mendapat buku itu
darimu. Lihat, hidupku jadi berubah. Sebenarnya, dari mana buku-bukumu
itu berasal?”
Mendengar cerita temannya itu, si pemuda sangat menyesal. Harta
peninggalan ayahnya ternyata jauh lebih berharga dari yang ia kira.
Karena malas membaca, kini ia hanya jadi pekerja kasar yang hidup ala
kadarnya.
“Buku itu sebenarnya warisan dari orangtuaku,” jawab si pemuda.
“Jujur, aku malas membacanya dan tidak tahu kalau ayahku menyimpan pesan
yang sangat berharga. Sungguh, aku menyesal. Teman, boleh aku pinjam
kembali buku-buku itu untuk memulai hidupku yang baru? Aku ingin bisa
mengubah hidupku menjadi lebih baik.”

KEAJAIBAN ORGAN TUBUH MANUSIA DALAM MEMPERBAIKI DIRINYA SENDIRI

Percaya atau tidak, paru-paru Anda ternyata usianya baru enam minggu dan pengecap di lidah usianya baru 10 hari.Lantas apa alasannya? Tubuh secara alami bersikus yang membuat organ di tubuh tak setua yang Anda bayangkan.Berapa sajakah usia bagian di tubuh Anda?...

Mapan dulu atau Nikah dulu ??

Kemapanan sebelum menikah tentunya sangat diidam-idamkan oleh wanita maupun laki-laki, hmm..apalagi yang namanya laki-laki, banyak yang gak mau nikah karna belum mapan. Dan uniknya, ini karna doktrin dari para wanita, karna wanita ingin laki-laki yang mapan sebelum...

H2O meerjungfrau: Sakitnya Hidup Dalam Kebohongan

Bohong !! bila anda mendengar kata itu pasti yang terbesik dihati dan pikiran anda adalah rasa marah, jengkel atau rasa geram yang tak terkira, karena anda merasa ditipu.Dan pastinya rasa percaya yang ada selama ini secara otomatis akan hilang baik secara perlahan...

“PACARMU ITU BELUM TENTU JADI JODOHMU”

Seorang PACAR itu kebanyakan hanya hadir sebagai penghias hidup seseorang. Dia hanya singgah sebentar yang terkadang menyisakan kepahitan dan penyesalan yang berkepanjangan.Sedangkan JODOH adalah teman hidup yang telah digariskan Allah untuk menjadi pasangan...

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *