Tugas Uas Pengantar Jurnalistik_Travelling Feature_Revisi

Patut Dijelajahi!
Pesona Pari,  Pulau Idaman Turis

Sayonara kota metropolitan, welcome pulau idaman… Happy holiday !
Sang surya dengan terik panasnya memancarkan sinar berkilauan di permukaan laut. Gelombang air sesekali mengguncang kapal, tak terasa satu setengah jam berlalu dan kapal menepi. Bulir –bulir keringat membanjiri di wajah hampir setiap mahasiswa Universitas Bunda Mulia yang tengah sibuk mengecek ransel bawaan mereka.
Di daratan yang penuh  sesak dengan penumpang  yang baru saja keluar dari kepenatan di kapal, para mahasiswa jurusan ilmu komunikasi tersebut mengantri sambil mendengar arahan dari dosen dan tour guide, kemudian mereka tenggelam dalam keseruan berfoto – foto sambil menikmati cerahnya pesona alam yang terpampang di depan.
Pasir putih membentang luas di segala penjuru, samar – samar tampak dua ekor burung melayang tinggi melintasi birunya langit. Dari sudut kiri perempatan jalan, beberapa anak remaja meluncur menggunakan sepeda dengan kecepatan sedang ke arah pantai. Inilah fenomena unik yang membuat setiap wisatawan jatuh cinta pada Pulau Pari.
Pulau Pari merupakan salah satu pulau wisata diantara deretan pulau di Kepulauan Seribu Selatan. Pulau yang dipenuhi kemilau nuansa alami ini memiliki sejuta keindahan alam yang tak pernah dapat dibayangkan jika tidak dijelajahi secara langsung.
Objek wisata andalan Pulau Pari adalah keindahan pantai yang tak tertandingi. Butiran  pasir menyerupai kristal kaca bertebaran di sepanjang tepian laut, bersih tanpa ada sampah berserakan.
Lautan yang mengelilingi terbagi menjadi 3 bagian, yaitu tepian dangkal yang paling mendekati daratan, dan bagian lengan laut selebar 3 – 5meter yang ditanami mangrove, serta tengah laut lepas yang berwarna biru tua.
Desiran angin  sesekali menghempaskan air laut beserta sekelompok ubur – ubur kecil yang tampak seperti plain jelly ke dataran pasir. Tarian anggun gelombang laut mengeluarkan musik gemericik air seolah menyambut para wisatawan yang baru berkunjung.
“Pulau Pari memang dikenal sebagai pulau wisata yang masih sangat alamiah, belum dijamah oleh tangan – tangan jahil manusia. Paling bangga sama kebersihannya sih, makanya saya milih liburan sama ibu di sini,”  tutur Bapak Dane, salah satu wisatawan asal Jawa Tengah yang tengah menghabiskan masa cuti kerja bersama sang istri di Pulau Pari.
Di pulau yang sering dikunjungi wisatawan domestik dan non-domestik ini, terdapat 3 pantai yang tengah dikembangkan sebagai tempat wisata, yaitu Pantai Pasir Bintang, Pantai Pasir Kresek, dan incaran utama para turis, Pantai Pasir Perawan.
Di balik ketenarannya di dunia pariwisata saat ini, ternyata Pulau Pari menyimpan segudang sejarah yang mampu menjawab semua teka – teki mengenai keberadaannya sebagai alam wisata yang cukup diminati seperti sekarang.
Pulau yang resmi menjadi tempat wisata sejak tahun 2010 ini, sebelumnya dikenal sebagai lahan budidaya rumput laut yang hanya dihuni oleh sejumlah kecil penduduk asal daerah tersebut.
Karena perubahan alam yang sulit dikendalikan, lahan produktif mengalami kerusakan sehingga jumlah rumput laut yang dihasilkan sebagai komoditas utama Pulau Pari pun menurun drastis.
Menanggapi situasi perekonomian daerah yang kian memburuk, warga beserta pemerintah setempat kemudian berinisiatif mengubah arah pengembangan Pulau Pari ke sektor pariwisata.
Salah seorang warga asli Pulau Pari yang juga berprofesi sebagai pemandu lokal, Bapak Salbi, menyatakan bahwa ia bersama beberapa orang temannya merupakan perintis awal yang memulai usaha transformasi Pulau Pari menjadi nusa wisata.
Beliau juga mengatakan dalam mendukung proyek penataan pulau tersebut, pemerintah pusat mengucurkan bantuan dana sebesar 70juta pada tahun 2011. Namun jumlah tersebut hanya cukup untuk membeli gerobak sampah dan membangun beberapa saung tempat teduh serta toilet umum.
“Kita macul tanah ini benar – benar dari nol, ibarat pepatah berrakit – rakit ke hulu, berrenang – renang ke tepian. Dulu pas weekend aja pengunjung cuma 20 orang. Tapi dengan bekal tiket seharga Rp3500, pulau ini bisa dibangun kayak gini,” tambah Bapak Salbi.
Saat ini, lebih dari setengah jumlah penduduk setempat telah beralih profesi dari nelayan dan petani rumput laut menjadi tourguide, pengusaha homestay dan penyewaan sepeda, catering, serta penjual cinderamata, makanan ringan dan es kelapa muda keliling ataupun dengan membangun kedai – kedai.
Hal tersebut sesuai dengan apa yang dikemukakan oleh Bapak Tazbir, salah seorang petinggi dari Kementerian Budaya Pariwisata Indonesia bagian asdep pengembangan segmen pasar bisnis dan pemerintahan, pada seminar public relations di The UBM Halltanggal 08 Desember lalu.
Beliau mengatakan bahwa efisiensi tertinggi dalam proses pengembangan pariwisata suatu daerah ditentukan oleh inisiatif masyarakat asli daerah itu sendiri, pemerintah hanya membantu dalam hal pendanaan sesuai limit budget yang ada, promosi atau iklan – iklan serta kebijakan seperti green tourism yang dianggap dapat meningkatkan kualitas pariwisata Indonesia.
Peningkatan kualitas pariwisata Indonesia seperti yang tengah dilakukan di Pulau Pari diakui merupakan salah satu usaha untuk memajukan perekonomian masyarakat. Salah satu dosen Manajemen UBM, Ibu Aswhita, juga mendukung pernyataan mengenai hal tersebut.
“Sektor pariwisata di Indonesia merupakan aset berharga dalam upaya penambahan devisa dan pembangunan infrastruktur negara, hal tersebut dapat dikembangkan dengan lebih gencar mengenalkan sumber daya kebanggaan yang ada di alam Indonesia tidak hanya kepada turis asing, tetapi juga kepada penduduk lokal Indonesia sendiri”, kata Ibu Aswhita.
Harta wisata lain yang dapat membuat pengunjung berdecak kagum di pulau Pari adalah kekayaan laut yang  luar biasa. Hampir di semua sisi tepian pantai, dapat ditemukan ikan – ikan kecil, siput air, dan ubur – ubur yang tengah bergulat bebas dengan terpaan angin dan air laut.
Selain itu, fasilitator wisata di sana juga memberikan kesempatan snorkeling untuk pengunjung yang ingin menyaksikan langsung keindahan bawah laut.
Penangkaran biota laut, diantaranya ada penyu, kerang, dan bintang laut dengan variasi warna yang sangat memukau juga disediakan bagi pengunjung yang tidak dapat menyelam namun penasaran dengan wujud mahkluk bawah laut tersebut.
Wahana hiburan lain yang tidak kalah menarik, antara lain menyaksikan panorama sunrise dan sunset di pantai, sarana olahraga seperti banana boat, kereta air, sampan, sepeda ria, ayunan, panggung karaoke, serta lapangan voli pantai juga dapat menambah semarak aktivitas para penikmat liburan di sana.
Terpacu untuk mencapai kepuasaan dari para turis, sarana penunjang seperti homestay sebagian besar kini telah dilengkapi AC dan televisi. Menu makanan yang disajikan juga menggambarkan kekayaan alam di sana, terutama bahan kuliner untuk acara BBQ ala Pari yang sering digelar oleh mayoritas pengunjung kaum muda.
Tidak mengherankan, jika pulau wisata yang hanya dibangun dengan modal keuletan masyarakat setempat mampu berkembang pesat. Indeks angka jumlah pengunjung mengalami peningkatan setiap tahun.
Menurut keterangan dari ketua RW setempat, Bapak Nurhayat menyatakan bahwa pada weekend, jumlah pengunjung dapat mencapai 1000 hingga 2000 orang. Namun pada hari biasa, jumlah pengunjung hanya berkisar antara 500 sampai 700 orang saja.
Pada akhir tahun 2014, jumlah pengunjung bahkan pernah mencapai 3000 orang pada saat akhir pekan. Angka tersebut merupakan puncak prestasi dari sepanjang sejarah dibukanya pulau Pari sebagai objek wisata.
“Kita sih berharap ke depannya, pulau Pari bisa makin rame lagi. Semoga nantinya ada tambahan fasilitas misalnya acara hiburan gitu buat narik para pendatang, “ celetuk Bapak Aceng, seorang penjual es krim keliling yang berasal dari Tasik.

Impian Bapak Aceng ini tentu menjadi harapan bersama juga, terutama masyarakat pulau Pari sendiri yang kini mayoritas menggantungkan nafkah keluarga pada usaha pariwisata tersebut. So, ada yang berminat untuk berpetualang ke pulau Pari ? Ayo! Ajak rekanmu berlayar bersama ! 

KEAJAIBAN ORGAN TUBUH MANUSIA DALAM MEMPERBAIKI DIRINYA SENDIRI

Percaya atau tidak, paru-paru Anda ternyata usianya baru enam minggu dan pengecap di lidah usianya baru 10 hari.Lantas apa alasannya? Tubuh secara alami bersikus yang membuat organ di tubuh tak setua yang Anda bayangkan.Berapa sajakah usia bagian di tubuh Anda?...

Mapan dulu atau Nikah dulu ??

Kemapanan sebelum menikah tentunya sangat diidam-idamkan oleh wanita maupun laki-laki, hmm..apalagi yang namanya laki-laki, banyak yang gak mau nikah karna belum mapan. Dan uniknya, ini karna doktrin dari para wanita, karna wanita ingin laki-laki yang mapan sebelum...

H2O meerjungfrau: Sakitnya Hidup Dalam Kebohongan

Bohong !! bila anda mendengar kata itu pasti yang terbesik dihati dan pikiran anda adalah rasa marah, jengkel atau rasa geram yang tak terkira, karena anda merasa ditipu.Dan pastinya rasa percaya yang ada selama ini secara otomatis akan hilang baik secara perlahan...

“PACARMU ITU BELUM TENTU JADI JODOHMU”

Seorang PACAR itu kebanyakan hanya hadir sebagai penghias hidup seseorang. Dia hanya singgah sebentar yang terkadang menyisakan kepahitan dan penyesalan yang berkepanjangan.Sedangkan JODOH adalah teman hidup yang telah digariskan Allah untuk menjadi pasangan...

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *