Teori Komunikasi ; Teori Media ; Teori Kultivasi ; Ilmu Komunikasi

TEORI KOMUNIKASI
Tugas Essay
“TEORI – TEORI
TENTANG MEDIA”
(TEORI KULTIVASI)
NAMA         : LIVIANA
NIM             : 14150212
KELAS        : 2 PIK 4
Universitas Bunda Mulia
Jurusan Ilmu Komunikasi Semester Dua (2015/2016)
TEORI KULTIVASI
Teori k ultivasi yang dikemukakan oleh George Gebner merupakan salah satu teori dasar yang menjadi landasan teori komunikasi massa. Teori kultivasi menyatakan adanya dampak kumulatif dari penayangan atau komunikasi dari media massa kepada tataran sosial budaya masyarakat konsumen media.
Berikut beberapa asumsi yang mendasari teori kultivasi :
a.       Baik secara esensial maupun fundamental televisi berbeda dengan media yang lain. Asumsi ini menunjukkan spesifikasi keunikan dari televisi, yaitu kelebihan televisi dengan kemampuan tampilan audio dan visual yang dapat dilihat gambar dan didengar suaranya. Televisi tidak memerlukan mobilitas atau memutar tayangan yang disenangi dan karena aksesibilitas dan kemudahan penggunaan untuk setiap orang membuat televisi menjadi pusat kebudayaan masyarakat.
b.      Televisi membentuk cara kita berfikir dan berhubungan. Asumsi ini masih berkaitan dengan pengaruh tayangan televisi. Pada dasarnya televisi tidak membujuk kita untuk benar-benar meyakini apa yang kita lihat di televisi. Namun, televisi menayangkan kejadian – kejadian yang menyerupai kenyataan atau fakta yang terjadi dalam lingkungan masyarakat dengan penambahan atau pembenahan beberapa sudut pandang yang biasanya dilakukan dengan pertimbangan keuntungan media dan selera serta kemudahan khalayak dalam menerima penayangan tersebut.
c.        Televisi hanya memberi sedikit pengaruh atau dampak terhadap para penontonnya melalui acara yang ditampilkan, namun pengaruh tersebut bersifat konstan dan jika mengalami pengulangan dengan jumlah kumulatif yang tinggi, maka akan meningkatkan keefektifan pembentukan mindset atau pola pikir dan implikasi dari penayangan acara televisi tersebut.
Secara sederhana, dapat disimpulkan bahwa teori kultivasi memberikan penjelasan mengenai dampak atau pengaruh pengulangan tayangan serupa terutama pada media televisi yang memiliki kekuatan audio visual yang menarik terhadap realitas yang terjadi dalam kehidupan sosial budaya masyarakat.
ANALISA PENGARUH TAYANGAN SINETRON “ANAK JALANAN’’
BERDASARKAN TEORI KULTIVASI
Salah satu tayangan di media televisi Indonesia yang memberikan pengaruh cukup besar kepada masyarakat penonton saat ini adalah sinetron “Anak Jalanan”, yang tayang pada siaran RCTI (Rajawali Citra Televisi Indonesia) pukul 18.30 setiap hari sejak 12 Oktober 2015 lalu.
Sinetron dengan tema kehidupan remaja tersebut sempat meraih rating tinggi dan telah berhasil bertahan hingga episode 300 ke atas hingga saat ini. Sinetron yang dibintangi oleh banyak artis remaja musiman dengan Stefan William dan Natasha Willona sebagai pemeran utama memang banyak diminati dan telah membawa pengaruh besar terhadap penontonnya yang mayoritas berada pada jangkauan usia remaja pemuda atau usia produktif.
Berikut adalah sinopsis singkat mengenai jalan cerita “Anak Jalanan” :
Boy adalah seorang remaja berpenampilan urakan dan cuek tetapi juga saleh dan tampan. Gaya Boy yang keren dan gagah saat mengendarai motor dan sering memenangkan balapan, membuat ia digilai gadis-gadis seusianya. Sikapnya yang penuh kharisma khas anak muda, membuatnya ditunjuk sebagai ketua perkumpulan anak motor Warrior. Tidak hanya di area balap, di sekolah pun Boy menjadi idola. Sikapnya yang ramah, cuek tapi pintar dan atletis, membuatnya selalu menjadi pusat perhatian.
Tentu saja Boy tidak terlalu menanggapi perasaan gadis-gadis yang memujanya. Di hatinya hanya ada 1 wanita, Adriana (Cut Meyriska), mantan pacarnya yang sangat ia sayangi, yang kemudian meninggalkannya karena memilih bersama pria yang jauh lebih tua dan kaya. Sikap Adriana yang seperti itu menyisakan luka yang dalam di hati Boy.
Sampai akhirnya Boy bertemu dengan Reva (Natasha Wilona) , gadis yang ditolongnya, karena sempat terlibat kejar-kejaran dengan geng motor lain. Awalnya Boy terkejut saat tahu pengendara motor yang ditolongnya adalah seorang gadis cantik. Boy pun kagum dengan kelihaian Reva mengendalikan motornya. Sayangnya Reva kesal sekali dengan Boy dan geng motornya, karena telah menyebabkannya terlibat perselisihan antar geng motor. Geng Motor pimpinan Mondy (Immanuel Caesar Hito) menyangka Reva adalah anggota Warrior. Boy tertohok dengan perkataan Reva. Ia jadi merasa bersalah, karena bisa saja korban kesalahpahaman ini telah terjadi pada banyak orang, bukan hanya Reva. Boy pun berencana membubarkan geng motornya. Tentu saja hal ini ditentang oleh teman-temannya. Beberapa teman Boy berusaha memanfaatkan kesempatan itu untuk mengambil alih kepemimpinan Boy. Geng Warrior pun mulai terpecah.
Reva sendiri adalah anak pengusaha kaya, Bei , yang memilih kebut-kebutan dengan motornya sebagai bentuk pemberontakan terhadap sikap ayahnya yang menikah lagi dengan gadis yang tidak beda jauh dari umurnya. Reva pun selalu merasa istri baru papanya adalah penyebab kematian ibunya. Ibu Tiri Reva ini adalah Adriana. Adriana selalu berusaha menjalankan berbagai macam cara untuk memenangkan hati Reva, tetapi Reva sikap benci Reva pada Adriana tidak tergoyahkan.
Sama-sama menjadikan jalanan sebagai rumah kedua mereka, dengan menghabiskan waktu mengendarai motor motor, membuat Boy dan Reva dekat. Motivasi mereka pun sama, sama-sama menjadikannya pelarian dari sikap frustasi mereka terhadap kondisi keluarga mereka masing-masing. Boy sangat kaget saat tahu bahwa ibu tiri Reva adalah Adriana, mantan pacarnya. Sedangkan Adriana memanfaatkan kesempatan itu untuk mengambil hati Reva
Sinetron bersambung yang diwarnai dengan penceriteraan kehidupan para remaja SMA banyak terlihat dari penampilan adegan kehidupan di rumah, komunikasi dengan orang tua, masyarakat sekitar, guru – guru di sekolah, dan teman – teman sepergaulan hingga percintaan antar muda – mudi.
Sinetron tersebut secara keseluruhan sesungguhnya sedang menmapilkan apa yang tengah dihadapi dan dilakukan oleh para remaja Indonesia seperti di dalam sinetron dengan segala lika liku drama kehidupan.
Namun, di dalam sinetron tersebut banyak diselipkan adegan – adegan yang mengandung nilai kekerasan baik secara verbal maupun fisik, kebrutalan remaja, seperti saat menayangkan babak para pemeran saling menghina, perkelahian antar kelompok, pembentukan geng motor yang akhirnya membentuk pola hidup konsumtif dan tidak bertanggung jawab, kekerasan dan penculikan kaum perempuan, kehidupan keluarga yang tidak harmonis dan membakar emosi penonton ditandai dengan keributan, perceraian hingga perselingkuhan suami istri, serta adegan dewasa seperti percintaan yang melibatkan fisik, contohnya adegan ciuman dan lain sebagainya yang tidak pantas dan masih dianggap tabu untuk ditampilkan di televisi Indonesia di bawah jam tayang dewasa.
Adegan – adegan yang dianggap melanggar atau tidak sesuai dengan nilai sosial dan kebudayaan Indonesia ini sendiri sebenarnya merupakan pencerminan dari realitas yang ada dan sedang terjadi. Namun, karena adanya sinetron yang menampilkan adegan tersebut membuat kesan seolah – olah mendukung perbuatan tersebut dan menciptakan suatu citra baru yang menempel pada pemikiran penonton.
Meskipun demikian, sinetron tersebut yang menggunakan metode story telling dalam  menyampaikan nilai dan pesan – pesan, mendapatkan sambutan hangat dari para penonton. Sinetron tersebut telah berhasil diputar lebih dari 300 episode dan ditayangkan setiap malam dengan durasi film lebih dari satu jam. Pengaruh dari penayangan film tersebut pun terlihat dari aplikasi nyata anak – anak remaja Indonesia yang menjadi penonton setia atau hard viewers sinetron tersebut.
Implikasi pada kehidupan anak remaja sejak adanya penayangan sinetron tersebut adalah maraknya penambahan jumlah geng motor, yaitu kumpulan anak muda yang mengendarai motor berukuran besar seperti ninja dan sejenisnya yang memberikan mereka label sendiri dengan sering melakukan aksi kebut – kebutan dan perlombaan antar kelompok yang sering kali berakhir dengan tawuran atau perkelahian karena suatu kelompok tidak bersedia kalah atau terjadi penghinaan antar kelompok.
Selain itu, penggunaan kata – kata atau bahasa gaul yang beberapa diantaranya sebenarnya tidak sesuai dengan kaidah sastra dan bahasa Indonesia yang baik dan benar serta melanggar nilai kesantunan juga digunakan sebagai bagian dari naskah dialog antar pemeran. Hal ini pun banyak dicontoh atau ditiru terutama oleh anak – anak muda yang berusaha untuk mengupdate diri dan mengikuti tren kekinian yang ada. Pengaruh penggunaan bahasa ala anak jalanan ini sering terdengar diucapkan oleh sesama anak sekolah atau mahasiswa di kampus, anak – anak muda di tempat umum, dan juga postingan status atau tagar yang digunakan pada berbagai akun media sosial anak muda.

Hal ini membuktikan, apabila suatu acara televisi yang memiliki power atau kekuatan lebih, yaitu kemampuan audio visual sehingga menarik dan memudahkan penonton dari kalangan apapun untuk dapat menonton dan memahami isi tontonan mereka, jika disuguhi tontonan yang sama secara terus menerus, seperti sinetron “Anak Jalanan” yang ditayangka setiap malam, akan semakin efektif memberikan pengaruh atau implikasi kepada para penonton yang setia mengikuti perkembangan alur tontonannya.

KEAJAIBAN ORGAN TUBUH MANUSIA DALAM MEMPERBAIKI DIRINYA SENDIRI

Percaya atau tidak, paru-paru Anda ternyata usianya baru enam minggu dan pengecap di lidah usianya baru 10 hari.Lantas apa alasannya? Tubuh secara alami bersikus yang membuat organ di tubuh tak setua yang Anda bayangkan.Berapa sajakah usia bagian di tubuh Anda?...

Mapan dulu atau Nikah dulu ??

Kemapanan sebelum menikah tentunya sangat diidam-idamkan oleh wanita maupun laki-laki, hmm..apalagi yang namanya laki-laki, banyak yang gak mau nikah karna belum mapan. Dan uniknya, ini karna doktrin dari para wanita, karna wanita ingin laki-laki yang mapan sebelum...

H2O meerjungfrau: Sakitnya Hidup Dalam Kebohongan

Bohong !! bila anda mendengar kata itu pasti yang terbesik dihati dan pikiran anda adalah rasa marah, jengkel atau rasa geram yang tak terkira, karena anda merasa ditipu.Dan pastinya rasa percaya yang ada selama ini secara otomatis akan hilang baik secara perlahan...

“PACARMU ITU BELUM TENTU JADI JODOHMU”

Seorang PACAR itu kebanyakan hanya hadir sebagai penghias hidup seseorang. Dia hanya singgah sebentar yang terkadang menyisakan kepahitan dan penyesalan yang berkepanjangan.Sedangkan JODOH adalah teman hidup yang telah digariskan Allah untuk menjadi pasangan...

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *