Pengertian, Macam-Macam, dan Contoh Klausa

Pengertian, Jenis-Jenis, dan Contoh Klausa | Di dalam tulisan sebelumnya, kita sudah belajar mengenai frasa dan jenis-jenisnya. Nah, kali ini kita akan membahas tentang klausa. Sebagaimana frasa, klausa juga merupakan tata bahasa yang dipelajari di sekolah menengah atau bahkan di sekolah dasar. Sebab, materi klausa adalah materi mendasar dalam tata bahasa Indonesia.

Contoh Klausa
Baiklah, untuk mengetahui apa itu klausa, perhatikanlah contoh berikut:

Wanda bekerja keras untuk mencapai cita-citanya.
1) Wanda (S) bekerja keras (P)
 2) (Wanda (S)) mencapai (P) cita-citanya (O).

Kedua bagian tersebut disebut klausa, yaitu Wanda bekerja keras merupakan klausa induk/induk kalimat, dan Wanda mencapai cita-citanya merupakan klausa anak/anak kalimat. Kedua klausa tersebut dihubungkan penanda tujuan untuk. Dengan demikian, pola kalimat subordinatif di atas adalah S-P + (S) P-O.

Berdasarkan contoh di atas, kita dapat memahami bahwa klausa adalah satuan gramatikal yang disusun oleh kata atau frasa dan mempunyai satu predikat. Dengan kata lain, klausa adalah bagian terkecil dari kalimat. Oleh sebab itulah, dalam satu kalimat bisa terdiri dari satu klausa atau bahkan lebih. Klaus a dapat pula diperluas dengan menambahkan keterangan waktu, tempat, cara, dan lain-lain. Keterangan-keterangan tersebut tidak merupakan inti dalam klausa. Contohnya: Saat ini Wanda bekerja keras (keterangan waktu) atau Wanda mencapai cita-cita yang sudah lama diimpikan (pelengkap).

Analisis Klausa Berdasarkan Kategori Kata/Frasa Pengisi Unsur-Unsurnya

Unsur-unsur fungsional sebuah klausa/kalimat adalah S / P / O /Pelengkap (Pel.) / Keterangan (Ket.). Setiap unsur tersebut diisi oleh kategori kata/frasa tertentu, karena tidak semua kategori kata/frasa secara potensial mengisi semua fungsi. Dalam bahasa Indonesia terdapat sejumlah kategori kata, yaitu:
a.    Kata benda (nominal)            : buku, penduduk, kelautan.
b.    Kata kerja (verbal)            : pergi, mencuci, membaca.
c.    Kata sifat (adjektival)            : sehat, tinggi, malas.
d.    Kata keterangan (adverbial)        : kemarin, besok, belum.
e.    Kata depan (preposisi)        : di, ke, dari, pada, kepada.
f.    Kata bilangan (numeral)        : satu, lima, tujuh.
g.   Kata sandang (artikula)        : si, sang.
h.    Kata ganti (pronomina)        :saya, engkau, kita.
i.    Kata tanya (interogativa)        : apa, kapa, bagaimana.
j.    Kata penghubung (konjungsi)    : karena, ketika, dan, bahwa.
k.    Kata penunjuk (demonstrativa)    : ini, itu, demikian.
l.    Kata seru (interjeksi)            : aduh, oh, wah, astaga, wahai.
m.    Partikel penegas (fatis)        : kah, lah, pun, kan.

Baca Juga: Pengertian dan Contoh Kalimat Berklausa dan Tidak Berklausa

Klausa dapat dianalisis berdasarkan unsur-unsur pengisi fungsinya sebagai berikut:

a)    Unsur Pengisi Fungsi Subjek
Dalam bahasa Indonesia, unsur pengisi subjek biasanya adalah kata/frasa benda. Tetapi dapat juga diisi oleh kata kerja, kata sifat, dan kata bilangan. Contoh:
1. Saya (S) belum memahami (P) penjelasan guru (O) (Subjek kata benda)
2. Pengusaha kayu lapis itu (S) telah ditangkap (P) polisi (O) (Subjek frasa benda)

b)    Unsur Pengisi Fungsi Predikat
Fungsi predikat dapat diisi dengan kategori kata benda, kata sifat, kata kerja, dan kata bilangan. Contoh:
1. Rapat pengurus koperasi (S) diadakan (P) bulan depan (Ket.)
2. Anak Pak Lurah (S) hanya satu (P)
3. Calon menantuku (S) seorang penulis (P)

c)    Unsur Pengisi Fungsi Objek
Unsur pengisi fungsi objek adalah kata/frasa benda. Contoh:
1. Indonesia (S) mengalami (P) krisis moneter (O) beberapa tahun silam (Ket.)
2. Rendra (S) mengarang (P) puisi (O)

d)    Unsur Pengisi Fungsi PelengkapPengisi fungsi pelengkap dapat berupa kata/frasa benda, kata/frasa numeral, dan kata kerja. Perhatikan contoh di bawah ini:
1. Bibi saya (P) berjualan (P) sayur (Pel.) di pasar (Ket.)
2. Anak Pak Haryono (S) bertambah (P) satu (Pel.)
3. Semua siswa kelas enam (S) sedang belajar (P) berenang (Pel.)

e)    Unsur Pengisi Fungsi Keterangan
Unsur pengisi keterangan dapat berupa: kata keterangan, frasa depan, dan frasa benda. Contohnya sebagaimana berikut:
1. Cepat-cepat (Ket.) penjabret itu (S) menghilang (P) dari kerumunan orang (Ket.)
2. Kemarin (Ket.) rombongan presiden (S) tiba (P) di Baghdad (Ket.)
3. Daniel Sihite (S) menulis (P) dengan tangan kiri (Ket.)

Demikianlah penjelasan tentang klausa dan jenis-jenisnya yang diambil dari buku Mahir Berbahasa Indonesia kelas XI Program Bahasa yang ditulis oleh P. Tukan, S. Pd. dan diterbitkan oleh Yudhistira.

Metode Penyerapan Bahasa Asing ke Bahasa Indonesia

Metode Penyerapan Bahasa Asing ke Bahasa Indonesia | Salah satu penunjang seseorang dalam memahami bacaan dengan baik dan benar adalah mengetahui makna kata atau istilah yang ilmiah dan serapan. Jika seseorang tidak mengetahui arti kata dalam sebuah teks yang dibaca,...

Pengertian, Struktur, dan Contoh Surat Niaga

Pengertian, Struktur, dan Contoh Surat Niaga | Surat niaga juga disebut dengan istilah surat dagang. Surat niaga adalah surat yang isinya berhubungan dengan kepentingan-kepentingan perniagaan atau perdagangan. Surat niaga dikeluarkan oleh perusahaan-perusahaan atau...

Pengertian, Struktur, dan Contoh Surat Niaga

Pengertian, Struktur, dan Contoh Surat Niaga | Surat niaga juga disebut dengan istilah surat dagang. Surat niaga adalah surat yang isinya berhubungan dengan kepentingan-kepentingan perniagaan atau perdagangan. Surat niaga dikeluarkan oleh perusahaan-perusahaan atau...

Pengertian, Unsur-Unsur, dan Contoh Surat Kuasa

Pengertian, Unsur-Unsur, dan Contoh Surat Kuasa | Surat kuasa adalah surat yang berisi pelimpahan wewenang dari seseorang atau pejabat tertentu kepada seseorang atau pejabat lain untuk melakukan sesuatu atas nama orang yang memberikan kuasa. Surat ini biasanya...

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *