MODUL 8 TENTANG ARRAY (BAGIAN 2)

Pada array bagian 2 ini menjelaskan tentang
pengurutan nilai elemen array 1 dimensi, Penjumlahan array 2 dimensi yang
memiliki ordo sama, dan inisialisasi nilai pada array 2 dimensi.
1.    
Mengurutkan Array
Data atau nilai
yang  terdapat pada elemen-elemen array  dapat diurutkan  (sorting). Metoda pengurutan dapat
dilakukan secara menaik (ascending) maupun  menurun 
(descending).  Salah  satu kegunaan 
pengurutan data dengan 
menggunakan  array  adalah 
untuk mempercepat dan 
mempermudah  proses pencarian
data.
Source code yang telah berisi penjelasan
per-baris tentang pengurutan nilai elemen array 1 dimensi dapat dilihat sebagai
berikut.

Coding Modul 8_1

Source code serta penjelasan per-baris tentang pengurutan nilai elemen
array 1 dimensi
Nama : I Nyoman Yoga Setyawan
#include <iostream>//pemanggilan file header iostream
untuk input output
using namespace std;//pendeklarasian
standar input output
int
main()
//fungsi utama bertipe
integer yg akan pertama kali dijalankan
  int A[7];//pendeklarasian
array A denga jumlah elemen 7 yang bertipe integer
  int C;//pendeklarasian
variabel C bertipe integer yg akan digunakan pada proses pengisian dan
menampilkan kembali dari nilai elemen array
  cout<<“Masukkan nilai pada elemen array
: “
<<endl;//output berupa perintah pada jendela
running
  for (C=0; C<7; C++)//perulangan for dengan 7 iterasi yang akan digunakan
untuk melakukan pengisian nilai elemen array A
  {//pembuka perulangan for
    cout<<“A[“<<C<<“] = “;//mengeluarkan elemen atau indeks array A sebanyak
iterasi pada pengulangan
    cin>>A[C];//menampung nilai inputan user sebanyak
iterasi pd pengulangan ke elemen array A
  }//penutup perulangan for
  cout<<“n Nilai elemen array sebelum
diurutkan : “
<<endl;
  for (C=0; C<7; C++)//perulangan for dengan 7 iterasi yang akan digunakan
untuk mengeluarkan nilai elemen array
  {//pembuka perulangan for
    cout<<“A[“<<C<<“] = “<<A[C];//mengeluarkan elemen beserta nilai
elemen pada array A
    cout<<endl;//membuat baris baru atau enter
  }//penutup perulangan for
  //pengurutan metode maksimum
  int j,k,jmaks,U,temp;//pendeklarasian variabel j,k,jmaks,U,temp bertipe
integer yang akan digunakan pada proses mengurutkan nilai elemen array A
  U=6;//inisialisasi nilai awal variabel U
sama dengan 6
  for (j=0; j<6; j++)//pengulangan for dengan 6 iterasi dari 0 sampai 5
  {//pembuka perulangan for pertama utk
proses penguturan
    jmaks=0;//isisialisasi nilai awal variabel
jmaks sama dengan 0
    for (k=1;k<=U;k++)//pengulangan for di dalam for pertama yang akan
digunakan untuk menjalankan kondisi membandingkan nilai elemen array
    {//pembuka perulangan for kedua di dlm
for pertama utk proses penguturan
       if (A[k] > A[jmaks])//kondisi yang akan membandingkan nilai array indeks A
dengan indeks jmaks
              jmaks
= k;
//pengisian nilai jmaks
dengan nilai k apabila kondisi if terpenuhi atau bernilai true
    }//penutup perulangan for kedua di dlm
for pertama utk proses penguturan
       //proses pertukaran nilai array A pada
indeks U dengan array A pada indeks jmaks
       temp
= A[U];
//mengisi nilai temp dengan
nilai array A pada indeks U
       A[U]
= A[jmaks];
//mengisi nilai
array A pd indeks U dengan nilai array A pd indeks jmaks
       A[jmaks]
= temp;
//mengisi nilai array A pd
indeks jmaks dengan nilai temp
       U–;//dekremen variabel U, atau pengurangan
nilai 1 pd nilai variabel U
  }//penutup perulangan for pertama utk
proses penguturan
  cout<<endl;//membuat baris baru
  for (C=0; C<7; C++)//perulangan for dengan 7 iterasi yang akan digunakan
untuk mengeluarkan nilai elemen array A yang telah dilakukan proses
pengurutan secara ascending
  {//pembuka pengulangan for
       cout<<“A[“<<C<<“] = “<<A[C];//mengeluarkan elemen beserta nilai
elemen array A yang telah terurut secara ascending
  }//penutup pengulangan for
  system(“pause”);//Menahan atau mempause jendela running
  return 0;//Akhir
dari fungsi utama yang mengembalikan nilai 0

Untuk lebih jelasnya tentang pengurutan nilai elemen array 1 dimensi dapat dilihat pada video tutorial berikut.



Video Tutorial Mengurutkan  Nilai Elemen Array 1 Dimensi

2.    
Array Multidimensi
Array multidimensi adalah array yang terdiri dari beberapa
subskrip arrayArray 2 dimensi
akan  mempunyai  2 
subskrip  array  sedangkan 
array  3  dimensi akan 
mempunyai 3 subskrip array, dan seterusnya. Array  multidimensi sering  digunakan 
untuk melakukan  proses
perhitungan  dengan menggunakan
matriks.  Array  2 
dimensi mempunyai 2  subskrip,
yaitu  baris dan  kolom.
 Adapun 
bentuk umum pendekralasian array dua dimensi dalam bahasa
pemrograman C++ adalah sebagai berikut:
tipe_data  nama_array
[jumlah_elemen_baris] [jumlah_elemen_kolom];
Source code yang telah berisi penjelasan
per-baris tentang penjumlahan dua buah array 2 dimensi dapat dilihat sebagai berikut.

Coding Modul 8_2

Source code serta penjelasan per-baris penjumlahan dua buah matriks 2
dimensi
Nama : I Nyoman Yoga Setyawan
#include <iostream>//pemanggilan file header iostream
untuk input output
using namespace std;//pendeklarasian
standar input output
int
main()
//fungsi utama bertipe
integer yg akan pertama kali dijalankan
  typedef int matrix[3][2];//pendeklarasian array matriks 2
dimensi dgn jmlah elemn baris 3 dan jmlah elemen kolom 2 yang bertipe typedef
integer
  matrix
A,B,C;
//pendeklarasian variabel
A,B,C yang bertipe matriks
  int j,k;//pendaklariasn
variabel j dan k bertipe integer
  cout<<“Masukkan nilai matriks A : “<<endl;//output berupa perintah pada jendela
running dan pembuatan enter
//mengisi nilai pada elemen array 2
dimensi A
  for (j=0 ; j<3; j++)//perulangan for yang merepresentasikan baris dari dua
dimensi array A
  {//pembuka perulangan for untuk baris
       for (k=0; k<2; k++)//perulangan for yang merepresentasikan kolom dari array
dua dimensi A
       {//pembuka perulangan for untuk kolom
              cout<<“A [“<<j<<“] [“<<k<<“] = “;//menampilkan elemen baris dan kolom array dua dimensi A
              cin>>A[j][k];//menampung nilai inputan user sebanyak
iterasi pd pengulangan baris dan kolom ke elemen array A
       }//penutup perulangan for untuk kolom
  }//penutup perulangan for untuk baris
  cout<<endl;//pembuatan baris baru atau enter
  cout<<“Masukan nilai matriks B : “<<endl;//output berupa perintah pada jendela
running dan pembuatan enter
  //mengisi nilai pada elemen array 2
dimensi B
  for (j=0; j<3; j++)//perulangan for yang merepresentasikan baris dari array
B dua dimensi
  {//pembuka perulangan for untuk baris
       for (k = 0; k<2; k++)//perulangan for yang merepresentasikan kolom dari array
B dua dimensi
       {//pembuka perulangan for untuk kolom
              cout<<“B [“<<j<<“] [“<<k<<“] = “;//menampilkan elemen baris dan kolom array dua dimensi B
              cin>>B[j][k];//menampung nilai inputan user sebanyak
iterasi pd pengulangan baris kolom ke elemen array B
       }//penutup perulangan for untuk kolom
  }//penutup perulangan for untuk baris
  cout<<endl;//pembuatan baris baru atau enter
  //proses penjumlahan array A dengan
array B
  for (j=0; j<3; j++)//perulangan for yang merepresentasikan baris dari array
dua dimensi
  {//pembuka perulangan for untuk baris
       for (k=0; k<2; k++)//perulangan for yang merepresentasikan kolom dari array
dua dimensi
       {//pembuka perulangan for untuk kolom
              C[j][k]
= A[j][k] + B[j][k];
//menampung
hasil penjumlahan nilai elemen array A dengan array B pada array C 
       }//penutup perulangan for untuk kolom
  }//penutup perulangan for untuk baris
  //menampilkan hasil penjumlahan nilai
elemen array A dengan array B
  cout<<“Hasil penjumlahan dari matrik A
dengan matriks B dengan ordo 3 x 2 :”
<<endl;//output berupa keterangan pada jendela running dan
pembuatan enter
  for (j=0; j<3; j++)//perulangan for yang merepresentasikan baris dari array
dua dimensi C
  {//pembuka perulangan for untuk baris
       for (k=0; k<2; k++)//perulangan for yang merepresentasikan kolom dari array
dua dimensi C
       {//pembuka perulangan for untuk kolom
              cout<<“C [“<<j<<“] [“<<k<<“] = “<<C[j][k];//menampilkan elemen baris dan kolom
array dua dimensi C dan juga nilainya yang menampung nilai hasil penjumlahan
nilai elemen array B dgn array A
              cout<<endl;//pembuatan baris baru atau enter
       }//penutup perulangan for untuk kolom
  }//penutup perulangan for untuk kolom
  system(“pause”);//Menahan atau mempause jendela running
  return 0;//Akhir
dari fungsi utama yang mengembalikan nilai 0

Untuk lebih jelasnya tentang  penjumlahan nilai elemen dua buah array 2 dimensi dapat dilihat pada video tutorial berikut.



Video Tutorial Penjumlahan Nilai Elemen  Array 2 Dimensi

3.    
Inisialisasi Array Multidimensi
Sama seperti array  satu dimensi, pada  array 
multidimensi dapat juga dilakukan  proses inisialisasi nilai pada
elemen-elemennya. Ada beberapa model inisialisasi nilai yang dapat dilakukan
pada array, yaitu:
int A [3] [3] = { 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9 };
int B [3] [3] = { {1,2,3}, {4,5,6), {7,8,9 } } ;
Source code yang telah berisi penjelasan
per-baris tentang inisialisasi nilai pada array 2 dimensi dapat dilihat sebagai berikut.

Coding Modul 8_3

Source code serta penjelasan per-baris tentang inisialisasi nilai pada
array 2 dimensi
Inisialisasi array ultidimensi
Nama : I Nyoman Yoga Setyawan
#include <iostream>//pemanggilan file header iostream
untuk input output
using namespace std;//pendeklarasian
standar input output
int
main()
//fungsi utama bertipe
integer yg akan pertama kali dijalankan
   int A[2][4] = {{1,2,3,4},{5,6,7,8}};//pendeklarasian dan inisialisasi nilai
indeks pada array dua dimensi A
   int i,j;//pendeklarasian
variabel i dan j yang bertipe integer
   cout<<“Nama : I Nyoman Yoga
Setyawan”
<<endl;//output yang menampilkan nama pada
jendela runnig dan pembuatan enter
   cout<<“NRP  : 49013017 “<<endl<<endl;//output yang menampilkan NRP pada
jendela runnig dan pembuatan enter 2 kali
   //menampilkan inisialisasi nilai elemen
pada array dua dimensi A
   for (i=0; i<2; i++)//perulangan for yang merepresentasikan baris dari array
dua dimensi A
   {//pembuka perulangan for untuk baris
       for (j=0; j<4; j++)//perulangan for yang merepresentasikan kolom dari array
dua dimensi A
       {//pembuka perulangan for untuk kolom
              cout<<“A [“<<i<<“][“<<j<<“] = “ <<A[i][j];//menampilkan elemen baris dan kolom
array dua dimensi A, dan juga nilainya
                                                                                //yang telah diinisialisasi
              cout<<endl;//pembuatan baris baru atau enter
       }//penutup perulangan for untuk kolom
   }//penutup perulangan for untuk baris
   system(“pause”);//Menahan atau mempause jendela running
   return 0;//Akhir
dari fungsi utama yang mengembalikan nilai 0

Untuk lebih jelasnya tentang inisialisasi nilai pada array 2 dimensi dapat dilihat pada video tutorial berikut.



Video Tutorial Inisialisasi Array 2 Dimensi

Metode Penyerapan Bahasa Asing ke Bahasa Indonesia

Metode Penyerapan Bahasa Asing ke Bahasa Indonesia | Salah satu penunjang seseorang dalam memahami bacaan dengan baik dan benar adalah mengetahui makna kata atau istilah yang ilmiah dan serapan. Jika seseorang tidak mengetahui arti kata dalam sebuah teks yang dibaca,...

Pengertian, Struktur, dan Contoh Surat Niaga

Pengertian, Struktur, dan Contoh Surat Niaga | Surat niaga juga disebut dengan istilah surat dagang. Surat niaga adalah surat yang isinya berhubungan dengan kepentingan-kepentingan perniagaan atau perdagangan. Surat niaga dikeluarkan oleh perusahaan-perusahaan atau...

Pengertian, Struktur, dan Contoh Surat Niaga

Pengertian, Struktur, dan Contoh Surat Niaga | Surat niaga juga disebut dengan istilah surat dagang. Surat niaga adalah surat yang isinya berhubungan dengan kepentingan-kepentingan perniagaan atau perdagangan. Surat niaga dikeluarkan oleh perusahaan-perusahaan atau...

Pengertian, Unsur-Unsur, dan Contoh Surat Kuasa

Pengertian, Unsur-Unsur, dan Contoh Surat Kuasa | Surat kuasa adalah surat yang berisi pelimpahan wewenang dari seseorang atau pejabat tertentu kepada seseorang atau pejabat lain untuk melakukan sesuatu atas nama orang yang memberikan kuasa. Surat ini biasanya...

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *