Mana Indonesiamu ? – Liviana


Mana Indonesiamu ?
Oleh : Liviana ( Universitas Bunda Mulia )
081351954063
Sebuah pertanyaan singkat, hanya terdiri dari dua kata namun memerlukan refleksi mendalam dari setiap orang yang menyebut dirinya “bangsa Indonesia”. Mana Indonesiamu ? Mana Indonesiaku ? Indonesiaku hidup dalam sanubariku, semangat Indonesia mengalir di setiap langkahku di tanah air kebanggaanku, Indonesia !
Tidak diragukan lagi,  Indonesia merupakan negara yang sangat kaya.  Kekayaan Indonesia terpancar dari sumber daya alam dan sumber daya manusia yang beraneka ragam tersebar di kepulauan nusantara.
Dari pemandangan alam Indonesia yang secara geografis masuk dalam zona khatulistiwa yang beriklim tropis dan terdiri dari pulau – pulau yang berjajaran, Indonesia memiliki kekayaan alam yang luar biasa dibandingkan negara lainnya di benua Asia.
Kekayaan alam  meliputi hasil tambang seperti emas, gas alam, dan batu bara, hasil budidaya laut yang berisikan jutaan spesies ikan, dan hasil pertanian di Indonesia berhasil membuat dunia terpukau. Salah satu prestasi yang diraih Indonesia adalah sebagai penghasil emas terbaik dan gas alam terbesar di dunia.
Sebagai penyandang gelar “negara agraris”, dengan latar belakang mayoritas rakyat yang berprofesi sebagai petani, membuat kita sebagai bangsa Indonesia harus berpikir ulang, apakah gelar tersebut sesuai kenyataan atau hanya sebatas julukan saja.
Kenyataan kritis yang terlihat di depan mata saat ini, lahan pertanian menyempit, bibit, pupuk, dan pestisida sulit didapatkan. Alhasil, negara yang dahulu menjadi swasembada pangan kini justru mengimpor bahan makanan dari negara luar.
Sebagai generasi penerus bangsa, sudah saatnya kita bangkit dan mulai ikut berpartisipasi dalam proses pembangunan Indonesia. Saatnya kita menjadi produsen, bukan hanya konsumen.
Kekeliruan generasi muda sekarang yang memiliki anggapan produk luar negeri lebih berkualitas, sudah harus dihentikan. Sebagai bangsa Indonesia, kita harus lebih mengenal dan bangga dengan hasil karya anak bangsa sendiri. Hal tersebut dapat diwujudkan dengan cara menggunakan atau bahkan membuat produk asal negeri.
Dalam mengeksplorasi kekayaan alam yang sedemikian banyak, tentu diperlukan sumber daya manusia yang cinta tanah air. Dari 241juta jiwa yang hidup dari Sabang sampai Merauke saat ini, sudah banyak diantaranya yang dapat dianggap berkualitas secara ekonomi dan intelektualitasnya.
Namun, yang menjadi tanda tanya besar adalah, ada berapa jiwa diantaranya yang memiliki semangat berapi – api, sanggup mengungkapkan rasa cinta dan bangga kepada Indonesia secara nyata ?
Bangsa Indonesia yang terdiri dari 4 ras, terbagi menjadi kurang lebih 740 suku dan 5 agama yang berbeda – beda, dalam mencapai tuntutan mempertahankan integritas bangsa, menumbuhkan rasa nasionalisme, dan ikut dalam pembangunan negri memang bukan hal yang mudah.
Tantangan berat yang dihadapi Indonesia sebenarnya bukan memberantas krisis moneter, karena negara kita, negara Indonesia, adalah negara yang kaya raya ! Akar permasalahan yang harus diselesaikan Indonesia sesungguhnya adalah krisis moral dan nasionalisme pada bangsa Indonesia sendiri.
Bangsa Indonesia ditantang mengasimilasi identitas kelompok, yang biasa didapat dari perbedaan suku, adat istiadat, kepercayaan dan budaya, menjadi identitas Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Untuk itu, perlu adanya peneguhan penanaman persepsi mengenai kemajemukan di Indonesia bukan lagi sebagai bumerang pemisah, namun keberagaman tersebut harus ditransformasi menjadi pandangan sebagai kekayaan yang mewarnai keberlangsungan kehidupan negara.
Sesuai dengan ideologi Pancasila yang dianut Indonesia, kita perlu memahami tiap sila yang ada dan menerapkannya demi persatuan bangsa. Dengan memiliki rasa cinta tanah air, secara otomatis kita akan memiliki motivasi yang kuat untuk melakukan suatu usaha yang nyata untuk mendukung pembangunan nasional.
Mengutip kata – kata dari Najwa Shihab, kita sebagai bangsa Indonesia dalam menunjukkan bahwa Indonesia luar biasa istimewa, perlu tampil secara orisinil, apa adanya. Hilangkan pandangan bahwa budaya Indonesia kuno, ketinggalan zaman. Tidak perlu menyibukkan diri untuk mengikuti trend – trend luar yang belum tentu sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia.
Bangsa Indonesia telah pernah dijajah selama berabad – abad oleh bangsa lain. Jangan sampai kita sebagai generasi bangsa justru membuka peluang bagi negara lain untuk menguras harta milik Indonesia, kemudian menjadi pecinta bangsa lain.
Informasi luar akan terus masuk, namun kita harus memiliki filter yang kuat, sadar betul akan jati diri bangsa kita, temukan cara untuk menghadapi dan menjadikan semua itu sebagai pelajaran untuk memajukan bangsa Indonesia.
Selama masih muda, kita harus merakit setiap aspek pengembangan diri kita menjadi sejarah yang dapat mengharumkan citra bangsa dan menjadi kisah yang indah bagi generasi berikutnya yang tidak akan pernah berhenti mengantarkan Indonesia ke garis terdepan.
                                                    
                                                    

KEAJAIBAN ORGAN TUBUH MANUSIA DALAM MEMPERBAIKI DIRINYA SENDIRI

Percaya atau tidak, paru-paru Anda ternyata usianya baru enam minggu dan pengecap di lidah usianya baru 10 hari.Lantas apa alasannya? Tubuh secara alami bersikus yang membuat organ di tubuh tak setua yang Anda bayangkan.Berapa sajakah usia bagian di tubuh Anda?...

Mapan dulu atau Nikah dulu ??

Kemapanan sebelum menikah tentunya sangat diidam-idamkan oleh wanita maupun laki-laki, hmm..apalagi yang namanya laki-laki, banyak yang gak mau nikah karna belum mapan. Dan uniknya, ini karna doktrin dari para wanita, karna wanita ingin laki-laki yang mapan sebelum...

H2O meerjungfrau: Sakitnya Hidup Dalam Kebohongan

Bohong !! bila anda mendengar kata itu pasti yang terbesik dihati dan pikiran anda adalah rasa marah, jengkel atau rasa geram yang tak terkira, karena anda merasa ditipu.Dan pastinya rasa percaya yang ada selama ini secara otomatis akan hilang baik secara perlahan...

“PACARMU ITU BELUM TENTU JADI JODOHMU”

Seorang PACAR itu kebanyakan hanya hadir sebagai penghias hidup seseorang. Dia hanya singgah sebentar yang terkadang menyisakan kepahitan dan penyesalan yang berkepanjangan.Sedangkan JODOH adalah teman hidup yang telah digariskan Allah untuk menjadi pasangan...

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *